Welcome to My Blog

Minggu, 16 Februari 2014

Skenario Perang Indonesia Vs Malaysia

(Gak Baca = Nyesel)

Panas dinginnya hubungan bertetangga antara Indonesia dengan Malaysia dimana penyebab virus demam itu bermuasal dari arogansi Malaysia yang. merasa kastanya lebih tinggi dari Indonesia, lalu seenaknya melecehkan teritori NKRI, budaya NKRI, dan TKI.

Situasi ini memberikan cuaca mendung dan memungkinkan setiap komponen warga bangsa ini mempersiapkan skenario terburuk untuk melawan arogansi tetangga sebelah itu. Beberapa skenario ganyang Malaysia sudah disiapkan melalui beberapa cara dan salah satunya adalah pre emptive
strike menghajar teritori Malaysia
melalui serangan dadakan yang tak
terduga.

Berbagai unjuk rasa sampai
sweeping yang dilakukan terhadap
warga Malaysia setidaknya mencatat
satu hal penting yaitu permusuhan di
kalangan grass root masyarakat
Indonesia dengan Malaysia sudah mencapai titik didih.



Seandainya Pemerintah mengisyaratkan sinyal. Dwikora jilid 2 maka dalam waktu sesingkatnya TNI bisa melancarkan. pre emptive strike. Simulasinya adalah suatu kejadian di sekitar Maret 2015 dengan sebab yang sama, Ambalat.

TNI mendahului dengan melakukan sabotase. obyek vital di Semenanjung dan Kalimantan melalui pasukan khusus yang. menyamar sebagai TKI. Tak lama kemudian TNI meluncurkan
ratusan rudal yang sudah ready for use
di Sarawak dan Sabah dan dalam waktu bersamaan dimulailah serangan amphibi. gerak cepat menghancurkan kota Tawao dan Kinabalu.

TNI AL pada saat itu sudah memiliki kekuatan 3 divisi Marinir dengan persenjataan lengkap
dan pengalaman tempur yang jauh lebih baik dari TLDM baik dari sisi kuantitas dan kualitas. Dalam pada itu 1 pleton Taifib dan Jala Mengkara diluncurkan melalui kapal selam mini untuk hancurkan Scorpene yang sedang berlabuh di pangkalannya di Sabah lewat serangan tak terduga dinihari.

Serangan dan pendaratan pasukan
amphibi akan diselesaikan dalam waktu 11 jam yang bergerak dari Sangatta dan Tarakan yang sudah dipersiapkan sebagai basis militer berkekuatan 50 ribu pasukan TNI.

Sebelumnya pantai Tawao dan Kinabalu dihujani bom oleh
8 Sukhoi dan 12 F16. Kemudian
pasukan pendukung AD dan
persenjataan berat lainnya diturunkan
dari puluhan KRI LPD, LST dalam waktu
24 jam berikutnya. Dalam waktu bersamaan 1 Divisi TNI
AD dengan dukungan ratusan artileri,
tank dan rudal yang sudah digelar di
Kalimantan Barat memasuki Kuching
dalam satu serangan kilat 8 jam.

Karena sudah didahului oleh serangan rudal, maka pusat-pusat combatan,
pangkalan udara dan komunikasi
Malaysia di Sarawak menjadi lumpuh.
Sementara Perairan Natuna
sebelumnya juga sudah diblokade oleh
26 KRI untuk memutus logistik laut Semenanjung dan Borneo. Lalu bagaimana dengan Sumatra ?

TNI
di wilayah ini mengirim pasukan
komando ke Semenanjung untuk
menyusup dan lakukan sabotase mirip
rembesan lasykar jihad. Selat Malaka
di kawal oleh 34 KRI striking force yang siap menyerang pantai Malaysia.
Melalui penyusupan pasukan komando,
obyek-obyek vital di KL dihancurkan
dan mengkondisikan TKI dan warga
Indonesia yang ada di Malaysia untuk
melakukan serangan sporadis, bom bunuh diri, intelijen, sabotase dan
pembakaran sehingga menimbulkan
kepanikan massif sekalian membalas
apa yang telah dilakukan Noordin M
Top selama ini.

Model propaganda juga
dilakukan dengan melakukan provokasi terhadap etnis China dan India untuk melakukan perlawanan terhadap diskriminasi etnis yang terjadi selama. ini dan mempersiapkan Anwar Ibrahim. merebut kekuasaan dan mengganti. bentuk kerajaan menjadi republik Malaysia.

Pada hari yang sama 3 brigade Marinir
dari Medan dan Aceh lakukan serangan
dadakan ke Penang untuk memecah
konsentrasi TDM berperang menuju
front yang mana. Karena kebingungan
menghadapi 4 front pertempuran sekaligus (Sabah, Sarawak, Natuna dan Penang) membuat TDM kebingungan,
panik dan tidak mampu lakukan
konsolidasi karena telah terjadi
kerusuhan rasial di Semenanjung,
Serawak dan Sabah.

Sementara dari Riau ratusan kapal nelayan yang berisi pasukan para militer Indonesia dan sukarelawan merembes dan mendarat
secara besar-besaran lalu lakukan
sabotase, pembakaran dan mengaja k
warga Indonesia yang ada di Johor untuk lakukan apa saja untuk membuat. huru-hara horizontal sehingga menimbulkan perkelahian massal dan ketakutan yang luar biasa bagi warga. Malaysia.

Lalu dimana posisi TNI AU? Dengan
kekuatan pesawat tempur 32 Sukhoi,
40 F16, 36 Hawk, 12 F5E, 16 Yak 130,
16 Super Tucano TNI AU tidak
melakukan serangan udara ke wilayah
Semenanjung karena serangan pre emptive sudah dilakukan melalui rudal-
rudal berjarak jangkau 300 km dan
mampu melumpuhkan pusat-pusat
militer dan komunikasi Malaysia.

Meskipun begitu TNI AU bersiap
untuk dog fight dengan TUDM dengan taktik biarkan lawan masuk ke wilayah
NKRI baru digebuk dan dihancurkan.
Wilayah Indonesia yang luas ini
membuat TUDM tak fokus mau lakukan serangan udara ke area mana apalagi seluruh pangkalan udara di Sarawak dan Sabah telah dihancurkan rudal-rudal. Lapan yang menggetarkan itu.

Serangan langsung ke wilayah teritori
Malaysia diskenario kan hanya
berlangsung 7 hari karena Indonesia
tidak berambisi ekspansi teritorial.
Setelah melewati waktu itu seluruh
PPRC (Pasukan Pemukul Reaksi Cepat) TNI ditarik mundur setelah
pengkondisian di dalam negeri
Malaysia berjalan mulus yaitu
menimbulkan konflik horizontal
diantara sesama penduduk Malaysia
kemudian mendukung Anwar Ibrahim menjadi presiden Malaysia setelah
bentuk kerajaan diganti menjadi
republik dan mempercepat
pembentukan negara Sabah dan
Sarawak di Kalimantan.

Berikut disampaikan peta kekuatan
TNI dan cadangan nasional yang
di miliki NKRI, sebuah kekuatan yang
tak mampu ditandingi Malaysia, apalagi. kalau bicara kekuatan nasionalisme dan heroik yang dimiliki bangsa ini TNI AD memiliki pasukan tempur 260.000 orang (Kopassus, Kostrad,
Kodam). Jumlah pasukan cadangan
mencapai 6 juta personil. TNI AD
dilengkapi dengan 1.200 Tank, 1.700
Panser, Artileri / Roket 2.200 unit, Rudal 900 unit, Heli Tempur 90 unit.

Konsentrasi arsenal TNI AD ada di
pulau Kalimantan. TNI AL memiliki kekuatan 95.000. pasukan termasuk 3 divisi Marinir dengan jumlah armada 196 KRI dari berbagai jenis (Fregat, Korvet, KCR,
LPD, LST).

Kapal selam yang dimiliki
"akan" berjumlah > 6 unit dan menjadi alat pukul strategis untuk menghancurkan kapal
diraja Malaysia yang lewat di selat
Malaka, Laut Natuna dan Ambalat.
Marinir memiliki 750 tank amphibi dan
820 panser amphibi disamping
howitzer, roket dan rudal.

TNI AU memiliki kekuatan pesawat
tempur 32 Sukhoi, 40 F16, 36 Hawk,
12 F5E, 16 Yak 130, 16 Super Tucano,
6 pesawat intai strategis, 12 pesawat
intai taktis, 40 pesawat angkut berat
Hercules, 24 pesawat UAV dan rudal anti serangan udara jarak sedang.

Nah sekarang dengan skenario perang
ini mampukah Malaysia menandingi
kekuatan NKRI yang jauh lebih besar
dari kekuatan yang dimiliknya,
terutama kekuatan nasionalisme dan
heroik yang dimiliki seluruh anak bangsa. Pesan yang ingin disampaikan
melalui tulisan ini adalah agar jiran
sebelah itu mampu memberikan nuansa bertetangga yang baik, tidak arogan,
tidak melecehkan tetangga, saling
menghormati dan toleransi. Jangan sampai kondisi terburuk itu yang
terjadi, jangan bangunkan macan yang
sedang tidur, jangan buat harga diri
bangsa Indonesia menjadi macan yang terluka.
Kalau itu yang terjadi, siap- siaplah menjadi almarhum kerajaan Malaysia,, 



Mau coba pak cik????



Tidak ada komentar: